Keutamaan Birrul Walidain
Salah satu ibadah teragung di dalam Islam setelah
mentauhidkan Alloh adalah birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua.
Jika pada kesempatan sebelumnya telah dibahas panjang lebar tentang “kewajiban
anak terhadap orang tua”, diartikel ini akan lebih difokuskan pada pembahasan
Keutamaan yang akan seorang anak dapatkan tatkala memenuhi kewajibannya
tersebut. Birrul walidain merupakan ajaran Islam yang tinggi dan mulia. Birrul
walidain ialah pondasi dan asas seorang hamba meraih ridho Alloh
Namun sangat disayangkan kenyataan dihari ini
betapa banyak para anak yang telah melalaikan kewajiban birrul walidain kepada
kedua orang tuanya. Akhirnya perilaku durhaka kepada kedua orang tua
benar-benar mencapai tingkat yang cukup memprihatinkan. Jika harus menyalahkan,
siapa yang harus kita salahkan? Apakah Keluarga, kebanyakan masyarakat, tempat
seroang anak bersekolah atau pergaulan yang salah, yang jelas fenomena
durhakanya seorang anak ini harus diluruskan. Di antara bentuk pelurusan
tersebut adalah kita berusaha mengkaji atau mempelajari kembali keutamaan
birrul walidain terhadap orang tua lantas kita amalkan dan mendakwahkannya
kepada orang-orang disekitar kita.
#Keutamaan Birrul Walidain di dalam Islam
Selain birrul walidain merupakan kewajiban bagi
setiap Muslim atau Muslimah, birrul
walidain mempunyai banyak keutamaan di dalam Islam. Kalau kita gali dan telaah
banyak keterangan baik itu dalam Al Quran maupun hadist yang disampaikan oleh
Rasululloh Sholallohu’alaihi wa salla kepada kita tentang keutamaan birrul
walidain di dalam Islam. Di antara keutamaan tersebut adalah:
1. Birul walidain menjadi salah satu sebab
panjangnya umur dan melimpahnya rezeky
Dalam sebuah hadist, Rasululloh Sholallohu’alaihi
wa Sallam pernah menjelaskan tentang masalah ini yang artinya:
“Dari Anas bin Malik dia
berkata, Rosululloh bersabda. Barangsiapa yang menginginkan untuk dipanjangkan
umur baginya dan ditambah rezekinya, maka hendaklah berbakti pada kedua orang
tuanya serta menyambung silaturahmi.” (HR. Ahmad)
2.Birrul walidain merupakan salah satu wasilah/perantara
untuk menghilangkan bencana dan kesempitan yang melanda.
Semua orang tentu pernah merasakan yang namanya
bencana dan kesempitan hidup, kesusahan serta masalah yang datang silih
berganti tida henti menghapiri. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam
al-Bukhori dan imam Muslim dari Abdulloh Ibnu Umar yang menceritakan tentang
kisah 3 orang yang terjebak di dalam gua. Di antara 3 orang tersebut ada satu
orang yang bertawassul dengan birrul walidainnya kepada orang tuanya.
Seorang dari mereka berkata yang artinya: “Ya Alloh
, aku memiliki orang tua yang telah renta serta lanjut usianya dan aku tidak
pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya, baik kepada keluarga
ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah aku mencari kayu –
yang dimaksud adalah daun-daunan untuk makanan ternak.
Aku belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur.
Selanjutnya akupun terus memerah minuman untuk keduanya dan ketika keduanya aku
temui ternyata telah tertidur telah tidur. Aku enggan untuk membangunkan mereka
ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada
keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya aku tetap dalam keadaan menunggu mereka bangun
dari tidurnya dan gelas itu tetap pula di tanganku, sehingga fajarpun
menyingsing, Anak-anak kecil pun sama mereka menangis karena kelaparan sedang
mereka berada di dekat kedua kakiku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu
mereka minum minumannya. Ya Alloh , jikalau aku mengerjakan yang sedemikian itu
dengan niat benar-benar mengharapkan keridhoan-Mu, maka lapangkanlah kesukaran
yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutupi ini.” Batu besar
itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.
Dari penggalan hadits tersebut jelas bahwa birrul
walidain bisa menjadi sarana bertawassul kepada Alloh Subhanahuwata’ala untuk
menghilangkan segala bencana yang melanda kita.
3.Birrul walidain salalah satu sebat
mustajabnya doa.
Dari Umar bin Khoththob berkata, Aku mendengar
Rosululloh sholallhu’alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya;
“Akan datang kepada kalian Uwais bin ‘Amir bersama gerombolan musafir dari negeri Yaman yang berasal dari daerah Murod kemudian berdiam di daerah Qorn. Dia diuji oleh Alloh denganpenyakit kusta disekujur tubuhnya kemudian sembuh kecuali tinggal bercakan sebesar dirham di tubuhnya. Dia mempunyai ibu dan sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah dalam doanya tentu Alloh Ta’ala akan mengabulkannya. Jika kalian mampu agar dia memohonkan ampun kepada Alloh untuk kalian, maka lakukanlah.” (HR. Muslim)
“Akan datang kepada kalian Uwais bin ‘Amir bersama gerombolan musafir dari negeri Yaman yang berasal dari daerah Murod kemudian berdiam di daerah Qorn. Dia diuji oleh Alloh denganpenyakit kusta disekujur tubuhnya kemudian sembuh kecuali tinggal bercakan sebesar dirham di tubuhnya. Dia mempunyai ibu dan sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah dalam doanya tentu Alloh Ta’ala akan mengabulkannya. Jika kalian mampu agar dia memohonkan ampun kepada Alloh untuk kalian, maka lakukanlah.” (HR. Muslim)
4.Birrul walidain merupakan salah satu sarana
untuk menghapus dosa.
Siapa didunia ini yang tidak memiliki dosa, entah
itu dosa kecil atau pun dosa besar yang mengundang kemurkaan Alloh Ta’ala baik
didunia maupun diakhirat nanti. Birrul walidain merupakan salah satu sarana
yang dapat kita lakukan sebagai penghapus dosa-dosa yang kita miliki. Hal ini
sebagaimana hadits Nabi Sholallohu’alaihi wa sallam .
“Dari Umar bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rosululloh sesungguhnya aku telah terjatuh kepada suatu perbuatan dosa besar. Apakah masih ada taubat bagi saya?. Nabi bersabda, Apakah engkau masih mempunyai Ibu? Diapun menjawab, ‘Tidak.’ Apakah engkau masih memiliki bibi dari pihak ibu?. Diapun menjawab,’Ya’. Nabi bersabda; Maka berbuat baiklah kepadanya.” (HR. at-Tirmidzi)
“Dari Umar bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rosululloh sesungguhnya aku telah terjatuh kepada suatu perbuatan dosa besar. Apakah masih ada taubat bagi saya?. Nabi bersabda, Apakah engkau masih mempunyai Ibu? Diapun menjawab, ‘Tidak.’ Apakah engkau masih memiliki bibi dari pihak ibu?. Diapun menjawab,’Ya’. Nabi bersabda; Maka berbuat baiklah kepadanya.” (HR. at-Tirmidzi)
Tentang kedudukan bibi dari pihak ibu Nabi
Sholallohu’alaihi wa sallam pernah bersabda;
“Bibi dari pihak ibu itu kedudukannya sama seperti seorang ibu (ketika ibu telah meninggal). (HR. at-Tirmidzi)
“Bibi dari pihak ibu itu kedudukannya sama seperti seorang ibu (ketika ibu telah meninggal). (HR. at-Tirmidzi)
Dari hadits di atas jelas sekali bahwa berbakti
kepada kedua orang tua terutama kapada seorang ibu bisa menghapuskan dosa-dosa
seseorang sekalipun dosa yang dimilikinya adalah dosa yang besar tentunya
dengan izin Alloh Subhanahuwata’ala.
5.Birrul walidain merupakan jalan menuju
Jannah.
Tentu semua orang sangat menginginkan untuk
menjadi salah satu penghuni Surga atau Jannah yang penuh dengan kenikmatan.
Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan salah satu sarana untuk seseorang
yang ingin memasuki jannah. Dalam hal ini, ada hadist yang disampaikan oleh
imam Al Baihaqi yang artinya:
“Dari Aisyah dia berkata,
Rosululloh bersabda: ‘Aku telah bermimpi berada di dalam surga, maka aku
mendengar seorang pembaca yang melantunkan bacaan.’ Akupun bertanya siapakah
dia? Maka malaikatpun menjawab dia adalah sahabat Haritsah bin an-Nu’man . Maka
Rosululloh menjawab itulah berbakti. Itulah berbakti. Dia adalah sebaik-baik
manusia yang berbakti kepada ibunya.’ (HR. al Baihaqi)
Di dalam riwayat yang lain disebutkan.
Dari Abu Hurairoh dia berkata, Rosululloh
bersabda, “Sungguh celaka, sungguh celaka, Sungguh celaka.” Dikatakan oleh
Para sahabat siapakah mereka wahai Rosululloh . Nabi menjawab, yaitu mereka
yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut akan
tetapi tidak memasukkan kedalam jannah.” (HR. Muslim)
Dari hadits di atas jelas bahwa birrul walidain
adalah sarana menuju jannah Alloh subhanahuwata’ala yang penuh dengan
kenikmatan. Untuk itu jangan sampai kita tunda Lagi kesempatan ini. Jika orang
tua kita masih ada, maka jangan sampai kita menelantarkan mereka. Berbuatbaklah
semampu yang kita bisa, senangkan mereka dan jangna sampai menyinggung perasaan
keduanya. Jika hari ini orang tua kita telah tiada, maka kita pun masih bisa
berbuat baik keapda mereka baik dengan senantiasa mendoakan keduanya atau
berupa sedekah yang pahalanya kita tujukan bagi mereka. Jika Anda hendak
bersedekah saat ini juga, silahkan kunjungi situsnya di:
http://takrim-alquran.org (salah satu tempat penyaluran sedekah untuk pembelian
Al Quran yang akan disalurkan ke pesantren-pesantren di seluruh indonesia).
Jika Anda putuskan untuk ikut bersedekah al Quran, keutamannya banyak sekali.
(Baca : Keutaman Sedekah Al Quran).
Jika selama ini kita telah berbakti kepada kedua
orang tua, maka bersyukurlah dengan karunia yang telah Alloh berikan tersebut.
Selanjutnya berusahalah istiqomah karena memang ini bukan amalan yang mudah.
Adapun jika selama ini kita tidak paham akan keutamaan berbakti kepada orang
tua, maka mulailah dari sekarang dan jangan ditunda lagi. Inilah ladang kita
meraup pahala sekaligus pintu kita masuk surga. Semoga kita selalu dimudahkan
dalam birul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua kita. Semoga artikel
ini dapat memberikan manfaat baik bagi kami maupun bagi kaum muslimin secara
umum Wallohu a’lam bishowab. Terimaksih telah berkunjung.
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar